by

Ketua komis II Sukri Umar, Menindak Lanjuti Surat dari Aliansi Masyarakat Sondoang.

-News-191 views

Karewata.Com_Mamuju- Dprd Sulbar menindaklanjuti surat dari Aliansi Masyarakat Sondoang nomor 01/AMS/11/2021 tanggal 11 November 2021 perihal Permohonan Audiensi (RDP) terkait dengan berbagai masalah yang dirasakan oleh masyarakat di Desa Sondoang Kecamatan Kalukku Kabupaten Mamuju, “Dia antaranya meluapnya air sungai Kalukku yang mengakibatakan  (banjir) sampai kepemukiman warga yang juga mempengaruhi pada  kondisi sosial dan perekonomian  masyarakat itu dikarenakan akibat perencanaan pembangunan bendungan Sungai kalukku yang ada di desa Sondoang tidak sepenuhya sempurna, Senin/15/11/2021.

“RDP Rapat dengar pendapat yang berlangsung di rumah aspirasi DPRD Sulbar di pimpin langsung  Ketua Komisi II  Sukri Umar  yang didampingi Ambo intang Anggata Komisi III DPRD Sulbar Mulyadi Bintaha serta dihadiri Asisten I Pemprov Sulbar H.Darwin Jusuf dan perwakilan dari balai sungai.

“Dalam pertemuan tersebut Kepala Dusun Salukaha  Desa Sondoang (Tabisa) berharap agar pemerintah dapat memberikan bukti keseriusan menangani persoalan bendungan yang sangat menyusakan masyarakat, terutama disaat hujan telah tiba karena luapan air/banjir langsung ke pemukiman. Juga kami berharap agar dari pihak  balai berseama-sama dengan dinas terkait agar dapat meninjau langsung keberadaan bendungan tersebut. “jelas kepala Dusun Salukah.

“Lanjut Badaruddin perwakilan dari tokoh masyarakat sondoang   soal alasan dari pihak balai jika banjir di sebabkan oleh penambang pasir kami anggap itu tidak benar kenapa saya katakan tidak benar karena jauh sebelum ada bendungan, penambangan pasir itu  sudah ada dan tidak ada bajir separah saat ini yang hanya hujan sedikit air sudah meluap ke pemukiman sampai ke persawahan jelas, “badaruddin.

“Ketua komisi II Sukri. berharap agar pihak balai bisa turun langsung ke lapangan untuk meninjau lokasi bendungan tersebut yang berdampak pada banjir ke pemukiman warga dan mungkin dari balai agar bisa melakukan penyedotan lumpur nantinya yang mengendap di dalam bendungan tersebut jelas, jadi dalam waktu dekat kita akan tinjau langsung lokasi bendungan tersebut dan bersama-sama dengan pihak bailai. jelas Sukri

“Menanggapi soal beberapa penyampaian warga melalui  forum Audiens Yadi dari pihak balai  membenarkan Soal kebaradaan tambang pasir di sekitar bendungan  itu Kami dari pihak balai telah melaporkan kepihak kepolisian sehingga nantinya pihak kepolisian yang turun langsung menghimbau masyarakat untuk tidak lagi melakukan penambangan  disekitar bendungan karena memang tidak bisa ada aktifitas lain di sekitar bendungan tersebut.

Dan bendungan itu pak masih dalam tahap pemeliharaan

“Sekertaris SDM yang juga PLT Dinas SDM   juga menjelaskan  jika yang mengakibatkan banjir  di desa sondoang itu bukan di akibatkan dari para penambang pasir namun itu di akibatkan teknis pembangunan bendungan  yang salah dan juga kami  berharap juga dari pihak  balai agar tidak melaporkan lagi warga yang menambang pasir karna kasiahan masyarakat akan di tangkapi namun disini bagaimana pihak balai bisa merangkul penambang ini untuk bekerjasama jelas kadis SDM. (Humas Pemprov)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed