by

Dampak Pandemi Terhadap Pedagang Musiman di Mateng

-News-134 views

Karewata.com_Mateng- Jelang hari kemerdekaan Indonesia yang jatuh pada tanggal 17 Agustus 2021 mendatang, sejumlah pedagang musiman kini mulai ramai menghiasi pinggir jalan.

Berbagai macam pernak pernik khas kemerdekaan mereka jajakan dan merupakan pemandangan yang tak lazim lagi kita lihat setiap tahunnya dibulan Agustus.

Bulan ini merupakan bulan berkah bagi mereka untuk meraup keuntungan dari hasil jualan pernak pernik khas kemerdekaan.

Namun berbeda dengan tahun sebelumnya, tahun ini mereka mengaku omzet penjualannya menurun akibat pandemi covid-19.

Salah satunya, Dadang pria asal Garut mengaku omzetnya menurun hingga 50 persen selama pandemi.

“Tahun omzetnya menurun hingga 50 persen akibat pandemi covid-19, ” kata Dadang

Ia juga mengaku, selama pandemi biaya perjalanan dari pulau jawa ke pulau Sulawesi juga meningkat dibanding dengan sebelum pandemi.

“Sebelum berangkat naik pesawat, berbagai persyaratan harus di ikuti, termasuk tes PCR yang biayanya cukup mahal,” tutur Dadang

Ia berharap pandemi covid-19 segera berakhir,  agar masyarakat dapat beraktifitas kembali secara normal

Menghitung hari perayaan detik-detik  proklamasi kemerdekaan Repoblik Indonesia yang ke 76 tiba.

Pedagang musiman bendera merah putih dan pernak pernik khas kemerdekaan kembali menjamur di tepi jalan.

Pedagang itu sudah lazim setiap tahunnya, Para pedagang berlomba lomba meraup untung di bulan Agustus tersebut.

Bulan ini juga bisa di sebut sebagai bulan berkah untuk para pedagang musiman setiap tahunnya.

Setidaknya gambaran tersebut menjadi saksi untuk Bapak Dadang (55) asal Jawa Barat.

Ia rela menyebrangi pulau Sulawesi hanya untuk menjual bendera yang berbagai ukuran dan pernak pernik kemerdekaan.

Momentum perayaan Peoklamasi Kemerdekaan RI ke 76 yang tak lama lagi, tak si sia siakan olehnya (Dadang) meski harus menempuh perjalanan yang cukup jauh.

Ia harus menyebrangi pulau demi mengais rejeki untuk menghidupi istri dan anaknya di Jawa Barat.

Saat di temui Wartawan Dadang katakan, Ini bukan kali pertama saya beejualan di Mamuju Tengah ini.

Kata dia, Ini yang ke Tujuh kalinya saya berjualan di Mateng. Ia juga katakan, Perbedaan tahun iji dengan sebelumnya 50 Persen, itu mungkin kerana pandemi covid-19.

“Omzet menurun drastis pak. Pengunjung sangat kurang” Ucap dia sembari menundukkan kepala. Kurangnya pengunjung tidak mematahkan semangatnya untuk meraup keuntungan dari merah putih.

Penulis Tukiman MS

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed